Stress atas dampak perubahan Situasi kerja

Minggu, 23 Maret 2014



Seorang tiketing penerbangan sebut saja YL, permasalahan ini muncul ketika kantor ditempatnya bekerja berganti Manager, karena Manager ditempatnya bekerja baru saja resign. Pada saat itu juga dikenalkan manager yang baru. Dalam perubahan Manager pastinya ada perubahan situasi kerja, YL berharap dengan pergantian manager baru, kantor akan semakin maju dan lebih baik. Tapi justru menimbulkan masalah baru, Manager yang akhir-akhir ini sedang membicarakan masalah uang intensive atau bonus. Yaitu dimana uang intensive dihilangkan jika dalam 1 bulan tersebut ada ijin tidak masuk dan ketika ijin sakit, uang gaji dipotong perhari. Program ini sudah berjalan 1 minggu.


Dalam hal ini manajemen kurang mengerti dan memahami apa yang menjadi hak mereka, ini hanya memberikan keuntungan kepada pihak kantor. Ini juga masalah yang membuat YL menjadi setres dan rekan kerja tidak nyaman.

Berdasarkan ilustrasi tersebut saran yang saya berikan untuk mengatasi masalah tersebut. Jika memang ada program yang tidak sesuai untuk para karyawan, hal yang tepat dilakukan adalah mengutarakan pendapat anda dan rekan kerja anda. Lebih baik bicarakan dahulu dengan para rekan kerja untuk mencapai kesepakatan, agar semua karyawan juga setuju dengan pendapat yang akan anda sampaikan. PERCAYA DIRI untuk menyampaikan pendapat kepada manager, agar manager yakin akan pendapat yang disampaikan. Manfaatkan Forum rapat, diskusi terbatas dan saat briefing untuk menyampaikan pendapat.

Mengenai program-program yang saat ini masih dalam proses dibicarakan untuk lebih dipertimbangkan kembali. Jika uang intensive perhari dihilangkan hanya karena dalam 1 bulan tidak masuk, itu dirasa kurang adil, karna hanya menguntungkan pihak kantor. Untuk ketidakhadiran, karena sakit atau ijin karena ada kepentingan mendadak, pada dasarnya tidak bisa diprekdisikan. Jadi dimohon, untuk lebih dipertimbangkan dan diperhatikan kembali”.

Terimakasih …

Semoga bermanfaat J

Cara Sederhana Menghadapi Pelanggan (Customer) Tempramen

Image


Selamat datang bapak, ibu ada yang bisa saya bantu. Ucapan ini barangkali harus disampaikan oleh para Customer Service meski customer datang dengan muka merah padam.  Telfon berdering tanda ada telfon dari pelanggan yang akan mengadukan semua keluhannya. Tidak sabar, ingin segera cepat selesai dengan trouble yang disebabkan oleh system, kurang mengerti promo atau produk apa yang sedang dilangsungkan. Pikiran kacau, kontrol otak kiri maupun otak kanan tidak bekerja dengan seimbang, sehingga gambaran aksi yang akan muncul adalah perilaku yang tidak normal dalam bentuk muka merah dan cenderung menjadi agresif sehingga intonasi suara yang meninggi, begitulah gambaran sedikit ketika pelanggan temperamen sedang marah.
Sebagai contoh seorang karyawan bagian CS atau Customer Service sebut saja Riany (Nama samaran) umur 27 tahun, Riany bekerja selama 2 tahun.  Customer Service adalah salah satu pekerjaan yang tentu paling sering mengalami berbagai interaksi sehari-hari berhadapan dengan pelanggan dengan berbagai type, gaya, dan sifat temperamen customer.
Ada pelanggan yang menelfon atau mendatangi dengan ramah dan santai untuk meminta layanan, lalu Riany juga dengan mudah memenuhi apa yang mereka butuhkan. Kadang ada pelanggan yang datang untuk menumpahkan keluhan dengan memarahi rainy bahkan mencaci maki, karena mereka merasa dirugikan oleh layanan perusahaan atau kurang mengertinya promo atau produk yang sedang dijalankan.

SOLUSI yang saya berikan untuk Riany dalam menangani customer yang tempramen

1.       Pertama, tetap Hormati customer saat menerima telepon dari coustemer, perlakukan mereka dengan hormat. Tunjukkan sikap kita yang tulus, usaha kan anda tersenyum untuk menjaga intonasi suara yang baik.
2.       Kedua, Dengarkan apa yang dia katakan. Jangan sekali-kali memotong masalah yang diuraikan customer. Karena jika anda memotong hanya akan memeperburuk suasana. Baiknya, dengarkan saja sampai tuntas.
3.       Awali dengan kata-kata terimakasih bapak, ibu telah memberikan informasi berharga untuk perusahaan kami. Saya merasa prihatin atas situasi yang bapak hadapi. Adalah tugas kami segera mengatasi keadaan yang sedang terjadi pada bapak.. barulah anda bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan menjelaskan alur yang harus dilakukan customer.
4.       Sampaikan kepada customer hal-hal yang dapat anda lakukan, yakinkan dia bahwa cara anda mengatasi situasi yang dihadapi customer adalah cara yang benar. Jangan sekali-kali anda kelihatan bodoh ketika menangani masalah customer. Karena itu hanya akan memperburuk suasana. Untuk ini anda memang harus tahu semua seluk beluk apapun yang menjadi tugas anda. Anda dituntut mengerti detail produk yang dijual perusahaan anda. Agar customer juga yakin dengan anda.
5.       Pada dasarnya mereka datang untuk perusahaan anda. Sehingga jika merekapun datang dengan ekspresi yang tidak menyenangkan, maka sadari sepenuhnya bahwa hal itu tidak ditujukan kepada pribadi anda. Jadi tidak perlu tersinggung dengan kata-kata yang dilontarkan customer. Tetaplah focus pada masalah yang diuraikan customer, jangan terbawa emosi.

Informasi yang disampaikan customer sebenarnya adalah titik penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanannya. Berterima kasihlah kepada customer yang marah, karena mereka menjadi sumber inspirasi Anda dalam memperbaiki diri dan perusahan anda menjadi lebih baik lagi.

Tuntutan Berprestasi dari Orang tua menyebabkan Stres Pada Anak

Jumat, 21 Maret 2014

Naurmi Rojab Destiya (Fakultas Psikologi)
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Penulis ingin mengutarakan bagaimana seorang siswa dapat mengalami stress dikarenakan adanya tekanan dari pihak orang tua. Kemajuan zaman yang semakin modern dan maju, membuat persaingan semakin ketat. Hanya individu-individu dengan kualitas terbaik dan tangguh yang akan berhasil melewati tantangan zaman ini.
Salah satu bidang yang masih dipercaya mampu digunakan untuk menjawab tantangan tersebut adalah pendidikan. Keadaan ini membuat pihak orang tua memberikan tuntutan yang harus dipenuhi agar anak dapat menjadi individu yang berkualitas. Tapi terkadang orang tua tidak bisa membedakan mana kebutuhan berprestasi agar sang anak bisa menjadi individu berkualitas, dan mana hal yang menjadikan hal ini menjadi sebuah Tekanan. Salah satu contoh anak yang sudah beprestasi tapi karena belum mencapai sempurna, belum juara 1 atau peringkat 1. Terus dituntut untuk mencapai sempurna, orang tua tidak menghargai kerja keras anak dan terus menuntut. Tekanan inilah yang dapat mengakibatkan siswa menjadi stress.

Tuntutan Orag tua Menyebabkan Anak Stress

Hal ini diperkuat dengan adanya definisi stress sebagai situasi karakteristik lingkungan yang memiliki efek ancaman atau tekanan bagi individu yang melebihi kemampuan mereka (syle, 1956 dalam scoufis, 1993). Ketika tuntutan orang tua menjadikan tekanan bagi sang anak, tindakan yang akan dilakukan seperti mencontek, menyuruh teman untuk mengerjakan tugasnya, belajar hingga larut malam, berlatih tanpa mengenal waktu. Sikap ini lah yang mulai membuat siswa stress.
Anak yang mempunyai tekanan seperti ini biasanya dialami oleh keluarga Upper class. Upper class dimana orang tua mereka dari keluarga yang disegani, dan bekerja pada sosial yang prestis, ini adalah golongan kelas sosial yang paling tinggi ( Notosoedirjo & Latipun, 2001). Menurut penulis kebanyakan orang tua menuntut anak hanya karena ingin menjaga reputasi dan nama baik diri mereka sendiri maupun keluarga karena mereka berasal dari keluarga yang disegani dan prestis.
Jika ini terjadi terus menerus, anak akan mengalami sampai pada tahap collapse dimana sumber tubuh tidak sanggup untuk toleran terhadap stress. Walaupun keadaan stress reda, individu tampak seperti memiliki gejala sakit (Scoufis,1993). Tanda-tanda yang akan terjadi, nyeri kepala, mual, muntah dan  sakit fisik lainnya. Bahkan pada kesehatan mentalnya juaga akan terganggu, sebagai contoh dalam keadaan frustasi yang menumpuk akan membuat tingkah laku anak cenderung kearah sifat-sifat asocial dan tidak jarang anak melarikan diri, bersikap agresif (Notosoedirjo & Latipun,2001)
Menurut penulis masalah seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi karena anak membutuhkan dukungan ungkapan kasih sayang bukan tuntutan yang terus di ungkapkan oleh orang tua. Manusia juga memiliki kebutuhan penghargaan sebagai yang dikemukakan oleh Maslow bahwa pemenuhan kebutuhan penghargaan menjurus pada kepercayaan terhadap diri sendiri dan perasaan diri berharga (Sobur,2003). Dimana semua kerja keras yang dilakukan oleh siswa atau setiap individu membutuhkan penghargaan.
Penghargaan itu bukan serta merta berupa piala atau reward tapi berupa pujian dan pengakuan dari keluarga dan lingkungannya. Hal ini justru akan menjadikan individu lebih termotivasi untuk lebih maju. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memupuk rasa percaya diri, dan menghilangkan tuntutan dengan pujian dan motivasi. Karena hal itu akan membuat anak merasa dihargai dan dicintai.
Dengan artikel ini, penulis menarik kesimpulan, peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting, karena rasa percaya diri anak akan tumbuh ketika semua kerja keras anak dihargai dan mendapat motivasi dari orang tua untuk terus lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
·         Scoufis M. (1993). Stress and Coping. In McWaltrers, M (Revised Edition), Understanding Psychology (pp 206-224). NSW: McGraw-Hill.
·         Notosoedirjo & Latipun. (2001). Kesehatan Mental Konsep & Penerapannya. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

·         Sobur Alex. (2003). Psikologi Umum dan Lintas Sejarah. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA.

BENTUK MENGKRITISI SEMANGAT KEBANGSAAN

Rabu, 05 Maret 2014


oleh : Naurmi Rojab Destiya
Terkait semangat kebangsaan, pada tanggal 20 januari 1961 dunia mengingat kalimat terkenal dari John F Kennedy ketika dilantik sebagai presiden AS. “Ask not what your country can do for you ask what you can do for your country!” Ungkapan kennedy mungkin meringkas tuntutan Negara tentang bagaimana warga harus menunjukan cinta tanah airnya.
Meskipun demikian nasionalisme kennedy tak sepenuhnya dapat diberlakukan untuk Negara tercinta Indonesia, ketika pemerintah justru yang harus dipertanyaankan rasa cintanya kepada rakyat. Tampaknya Negara absen hari demi hari dari drama perjuangan rakyat, yang hanya untuk sekedar bertahan hidup.
Faktanya gizi buruk dan busung lapar masih ditemukan diberbagai wilayah. Fasilitas pendidikan yang tidak merata, gedung sekolah yang terbuat dari jerami, gedung sekolah ambruk dan mirisnya lagi kekurangan tenaga guru, dimana peran guru adalah untuk mencerdaskan para anak bangsa. Tapi Negara seolah tidak memperdulikan kenyataan itu, dengan membuat peraturan pendidikan bahwa kelulusan harus dipaksa disama ratakan dengan UAN. Untuk didaerah kota mungkin permasalahan itu masih bisa ditanggani tapi untuk didaerah pelosok yang belum tersentuh fasilitas pendidikan sepenuhnya, bahkan tenaga guru saja masih sering kekurangan bagaimana bisa kelulusan disama ratakan oleh UAN. Belum lagi masalah bencana alam yang sekarang sedang terjadi diberbagai daerah. Pengungsi terkatung katung, korban gunung meletus di Sinambung berebut air bersih atau untuk sekedar membasahi tenggorokannya.
Disaat rakyat dihadapkan oleh kenaikan harga bbm yang mengakibatkan kenaikan harga yang lain, rakyat harus berjuang ditengah era globalisasi yang setiap hari seakan mencekik leher mereka. Kejadian ini sangat kontras dengan para wakil rakyat yang justru sibuk memanfaatkan kedudukan dan jabatan mereka untuk meraup uang rakyat. yang gemar bermewah mewahan diatas penderitaan rakyat. Makan sepuasnya, hingga sakit, tak tanggung tanggung berobat diluar negeri dengan memakai uang rakyat. Ini sangat berbeda dengan kondisi rakyat, jangankan mendapat kesembuhan, masuk ke rumah sakit saja ditolak dengan berbagai alasan. Kita juga pasti masih ingat dengan berita akhir akhir ini seorang kakek dibuang oleh pihak rumah sakit, sungguh miris mendengar hal itu. Dan semua rakyat rakyat lagi lagi rakyat yang dikorbankan. Semangat kebangsaan bagaimana yang harus dipersembahkan oleh rakyat jika para pemimpinnya tidak amanah tidak mengutamakan kepentingan rakyat?
Kemana Pemimpin yang seharusnya amanah memperjuangkan hidup rakyatnya, yang segala keputusan keputusan Negara yang pembuatannya melibatkan mereka. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang integritas harga diri para wakil rakyat Negara kita.
Ketika waktu pemilu mulai dekat, para calon wakil rakyat mengumbar janji, dicekoki dijejeli janji janji manis yang menjadi visi missi para wakil rakyat. Akan tetapi pada waktu berhasil para pejabat mulai lupa apa kewajiban yang harus mereka lakukan untuk rakyat. Melupakan janji yang mereka berikan dulu.
Perkara penting lain yang terkait dengan kadar kehormatan Negara dimata rakyat bahkan dimata dunia. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) disibukan oleh kelakuan para pejabat yang gemar memakan uang rakyat atau korupsi hingga triliyunan rupiah, yang sangat merugikan rakyat. Seperti hasil survei yang dilansir dalam Indeks Persepsi Korupsi tahun 2013, yang dibuat oleh Badan Pengawas Korupsi Dunia, Transparency International. Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati urutan ke-114 dengan skor 32/100. Jangan senang dulu, ternyata urutannya terbalik, angka yang paling besar yang menunjukkan tingkat korupsi yang paling tertinggi, bukan dari angka yang paling kecil. Mungkin budaya malu di Negara tercinta kita ini sudah tak berlaku. Ketika banyak penjabat diluar negeri rela mengundurkan diri karena dirinya tersangkut kasus korupsi. Tapi lain di Negara tercinta kita, masih banyak penjabat yang tersandung kasus korupsi masih bebas, masih menjabat, masih bisa mencalonkan diri kembali.
Sekali lagi semangat kebangsaan yang bagaimana yang harus dilakukan oleh rakyat jika melihat berbagai kenyataan ini?
Semangat kebangsaan seharusnya ada disetiap jiwa rakyat Indonesia. Tapi untuk menciptakan semangat kebangsaan sudah seharusnya para wakil rakyat sadar akan tugas mereka. Dan para pemimpin yang bisa dijadikan tauladan dan bisa dibanggakan.
Masih banyak masalah lainnnya yang harus segera dibenahi. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi atau digambarkan dengan karikatur, rakyat hanya menginginkan pemimpin yang tegas, tegas menolak tindakan korupsi, jujur dan amanah mengutamakan kepentingan rakyat, memberikan rasa aman kepada rakyat.
Jika semua hal itu terwujud secara otomatis rakyat akan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi untuk Negaranya. Dan antara pemerintah, para wakil rakyat, dan rakyat indonesia bisa bersama sama mewujudkan Indonesia yang bersih dari korusi, aman, dan damai.

DAFTAR PUSTAKA

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN OBAT GENERIK DENGAN OBAT PATEN

Minggu, 02 Februari 2014

Apa PERBEDAAN DAN PERSAMAAN OBAT GENERIK DENGAN OBAT PATEN? 

 
Kebetulan saya kerja di sebuah Apotek didaerah jogja, dan saya menjadi salah satu asisten apoteker diapotek tersebut. Tadi ada seorang pasien berkunjung, ia mencari obat paten yang ternyata diapotek kami obatnya belum datang dari PBF, untuk menunggu obat datang pasien tidak mau. Akhirnya saya memberikan obat generik dari obat tersebut.

Lalu pasien bertanya apa perbedaan dan persamaan obat gerik dan paten mba (?)
berikut penjelasannya :


Pada dasarnya obat generik dan obat paten memiliki zat aktif yang sama, misal antara Parasetamol dan Sanmol (maff sebut merk, hehe) sama-sama berisi parasetamol atau para-amino-fenol yaitu obat yang digunakan untuk antipiretik (penurun panas). (Jadi obat ngenerik dengan obat paten itu "sama" sama khasiatnya sama kegunaannya)

Perlu diketahui bahwa, sebelum obat dipasarkan (baik obat generik maupun paten) terlebih dahulu harus dilakukan uji pra klinis (uji pada hewan) dan uji klinis (uji pada manusia) terkait khasiat dan toksisitas obat. Apabila ada obat baru yang akan dipasarkan, selain dilakukan uji pra klinis dan kilinis, juga dilakukan uji Bioavailabilitas dan Bioekivalensi (uji BA/BE) terhadap obat yang sama yang telah lebih dulu beredar. Sebagai contoh (sebut merk lagi ini, hehe), sebelum Amoxsan (produksi PT. Sanbe Farma) diluncurkan, terlebih dulu diuji tingkat bioavailabilitas (efek ketersediaan hayati dalam tubuh) dan tingkat bioekivalensi (memiliki persamaan/ekivalensi dari segi kimia obat, misal tingkat difusi, dll) dengan parasetamol yang lebih dulu beredar.

Maka, jika obat telah resmi beredar, khasiat dan keamanannya telah teruji, termasuk antara obat generik dan obat paten, supaya dikatakan bahwa keduanya memilki khasiat yang sama.

Perbedaan antara obat generik dan obat paten adalah dari segi biaya produksi serta promosi obat.
Obat generik merupakan program pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap obat, maka pemerintah menunjuk beberapa pabrik untuk memproduksi obat generik dengan memberikan subsidi biaya produksi sehingga harganya lebih murah dibanding obat paten (harga mencapai 1/10 nya). 


Sedangkan produksi obat paten memerlukan biaya yang lebih banyak dan sebagian besar untuk keperluan non-produksi, misal mengurus hak paten, promosi melalui iklan besar-besaran dengan ikon artis ibukota yang menghabiskan dana milyaran dan promosi melalui seminar atau pelatihan para tenaga kesehatan.

Berbeda dengan obat generik yang promosinya tidak begitu gencar, kalaupun promosi melalui iklan, hanya berupa iklan layanan masyarakat. Perbedaan yang lain ada pada bentuk kemasan, obat generic dibungkus dengan kemasan yang lebih sederhana, tidak seperti obat paten yang terkesan mewah. Maka tidak heran ketika harga obat generik dan paten sangat berbeda jauh.

Jadi pada intinya obat generik dan paten itu mempunyai khasiat yang sama, tinggal sugesti para pasien sembuh dengan obat yang mana?

Terimakasih. Semoga bermanfaat :)