Tuntutan Berprestasi dari Orang tua menyebabkan Stres Pada Anak

Jumat, 21 Maret 2014

Naurmi Rojab Destiya (Fakultas Psikologi)
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Penulis ingin mengutarakan bagaimana seorang siswa dapat mengalami stress dikarenakan adanya tekanan dari pihak orang tua. Kemajuan zaman yang semakin modern dan maju, membuat persaingan semakin ketat. Hanya individu-individu dengan kualitas terbaik dan tangguh yang akan berhasil melewati tantangan zaman ini.
Salah satu bidang yang masih dipercaya mampu digunakan untuk menjawab tantangan tersebut adalah pendidikan. Keadaan ini membuat pihak orang tua memberikan tuntutan yang harus dipenuhi agar anak dapat menjadi individu yang berkualitas. Tapi terkadang orang tua tidak bisa membedakan mana kebutuhan berprestasi agar sang anak bisa menjadi individu berkualitas, dan mana hal yang menjadikan hal ini menjadi sebuah Tekanan. Salah satu contoh anak yang sudah beprestasi tapi karena belum mencapai sempurna, belum juara 1 atau peringkat 1. Terus dituntut untuk mencapai sempurna, orang tua tidak menghargai kerja keras anak dan terus menuntut. Tekanan inilah yang dapat mengakibatkan siswa menjadi stress.

Tuntutan Orag tua Menyebabkan Anak Stress

Hal ini diperkuat dengan adanya definisi stress sebagai situasi karakteristik lingkungan yang memiliki efek ancaman atau tekanan bagi individu yang melebihi kemampuan mereka (syle, 1956 dalam scoufis, 1993). Ketika tuntutan orang tua menjadikan tekanan bagi sang anak, tindakan yang akan dilakukan seperti mencontek, menyuruh teman untuk mengerjakan tugasnya, belajar hingga larut malam, berlatih tanpa mengenal waktu. Sikap ini lah yang mulai membuat siswa stress.
Anak yang mempunyai tekanan seperti ini biasanya dialami oleh keluarga Upper class. Upper class dimana orang tua mereka dari keluarga yang disegani, dan bekerja pada sosial yang prestis, ini adalah golongan kelas sosial yang paling tinggi ( Notosoedirjo & Latipun, 2001). Menurut penulis kebanyakan orang tua menuntut anak hanya karena ingin menjaga reputasi dan nama baik diri mereka sendiri maupun keluarga karena mereka berasal dari keluarga yang disegani dan prestis.
Jika ini terjadi terus menerus, anak akan mengalami sampai pada tahap collapse dimana sumber tubuh tidak sanggup untuk toleran terhadap stress. Walaupun keadaan stress reda, individu tampak seperti memiliki gejala sakit (Scoufis,1993). Tanda-tanda yang akan terjadi, nyeri kepala, mual, muntah dan  sakit fisik lainnya. Bahkan pada kesehatan mentalnya juaga akan terganggu, sebagai contoh dalam keadaan frustasi yang menumpuk akan membuat tingkah laku anak cenderung kearah sifat-sifat asocial dan tidak jarang anak melarikan diri, bersikap agresif (Notosoedirjo & Latipun,2001)
Menurut penulis masalah seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi karena anak membutuhkan dukungan ungkapan kasih sayang bukan tuntutan yang terus di ungkapkan oleh orang tua. Manusia juga memiliki kebutuhan penghargaan sebagai yang dikemukakan oleh Maslow bahwa pemenuhan kebutuhan penghargaan menjurus pada kepercayaan terhadap diri sendiri dan perasaan diri berharga (Sobur,2003). Dimana semua kerja keras yang dilakukan oleh siswa atau setiap individu membutuhkan penghargaan.
Penghargaan itu bukan serta merta berupa piala atau reward tapi berupa pujian dan pengakuan dari keluarga dan lingkungannya. Hal ini justru akan menjadikan individu lebih termotivasi untuk lebih maju. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memupuk rasa percaya diri, dan menghilangkan tuntutan dengan pujian dan motivasi. Karena hal itu akan membuat anak merasa dihargai dan dicintai.
Dengan artikel ini, penulis menarik kesimpulan, peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting, karena rasa percaya diri anak akan tumbuh ketika semua kerja keras anak dihargai dan mendapat motivasi dari orang tua untuk terus lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
·         Scoufis M. (1993). Stress and Coping. In McWaltrers, M (Revised Edition), Understanding Psychology (pp 206-224). NSW: McGraw-Hill.
·         Notosoedirjo & Latipun. (2001). Kesehatan Mental Konsep & Penerapannya. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

·         Sobur Alex. (2003). Psikologi Umum dan Lintas Sejarah. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA.

BENTUK MENGKRITISI SEMANGAT KEBANGSAAN

Rabu, 05 Maret 2014


oleh : Naurmi Rojab Destiya
Terkait semangat kebangsaan, pada tanggal 20 januari 1961 dunia mengingat kalimat terkenal dari John F Kennedy ketika dilantik sebagai presiden AS. “Ask not what your country can do for you ask what you can do for your country!” Ungkapan kennedy mungkin meringkas tuntutan Negara tentang bagaimana warga harus menunjukan cinta tanah airnya.
Meskipun demikian nasionalisme kennedy tak sepenuhnya dapat diberlakukan untuk Negara tercinta Indonesia, ketika pemerintah justru yang harus dipertanyaankan rasa cintanya kepada rakyat. Tampaknya Negara absen hari demi hari dari drama perjuangan rakyat, yang hanya untuk sekedar bertahan hidup.
Faktanya gizi buruk dan busung lapar masih ditemukan diberbagai wilayah. Fasilitas pendidikan yang tidak merata, gedung sekolah yang terbuat dari jerami, gedung sekolah ambruk dan mirisnya lagi kekurangan tenaga guru, dimana peran guru adalah untuk mencerdaskan para anak bangsa. Tapi Negara seolah tidak memperdulikan kenyataan itu, dengan membuat peraturan pendidikan bahwa kelulusan harus dipaksa disama ratakan dengan UAN. Untuk didaerah kota mungkin permasalahan itu masih bisa ditanggani tapi untuk didaerah pelosok yang belum tersentuh fasilitas pendidikan sepenuhnya, bahkan tenaga guru saja masih sering kekurangan bagaimana bisa kelulusan disama ratakan oleh UAN. Belum lagi masalah bencana alam yang sekarang sedang terjadi diberbagai daerah. Pengungsi terkatung katung, korban gunung meletus di Sinambung berebut air bersih atau untuk sekedar membasahi tenggorokannya.
Disaat rakyat dihadapkan oleh kenaikan harga bbm yang mengakibatkan kenaikan harga yang lain, rakyat harus berjuang ditengah era globalisasi yang setiap hari seakan mencekik leher mereka. Kejadian ini sangat kontras dengan para wakil rakyat yang justru sibuk memanfaatkan kedudukan dan jabatan mereka untuk meraup uang rakyat. yang gemar bermewah mewahan diatas penderitaan rakyat. Makan sepuasnya, hingga sakit, tak tanggung tanggung berobat diluar negeri dengan memakai uang rakyat. Ini sangat berbeda dengan kondisi rakyat, jangankan mendapat kesembuhan, masuk ke rumah sakit saja ditolak dengan berbagai alasan. Kita juga pasti masih ingat dengan berita akhir akhir ini seorang kakek dibuang oleh pihak rumah sakit, sungguh miris mendengar hal itu. Dan semua rakyat rakyat lagi lagi rakyat yang dikorbankan. Semangat kebangsaan bagaimana yang harus dipersembahkan oleh rakyat jika para pemimpinnya tidak amanah tidak mengutamakan kepentingan rakyat?
Kemana Pemimpin yang seharusnya amanah memperjuangkan hidup rakyatnya, yang segala keputusan keputusan Negara yang pembuatannya melibatkan mereka. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang integritas harga diri para wakil rakyat Negara kita.
Ketika waktu pemilu mulai dekat, para calon wakil rakyat mengumbar janji, dicekoki dijejeli janji janji manis yang menjadi visi missi para wakil rakyat. Akan tetapi pada waktu berhasil para pejabat mulai lupa apa kewajiban yang harus mereka lakukan untuk rakyat. Melupakan janji yang mereka berikan dulu.
Perkara penting lain yang terkait dengan kadar kehormatan Negara dimata rakyat bahkan dimata dunia. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) disibukan oleh kelakuan para pejabat yang gemar memakan uang rakyat atau korupsi hingga triliyunan rupiah, yang sangat merugikan rakyat. Seperti hasil survei yang dilansir dalam Indeks Persepsi Korupsi tahun 2013, yang dibuat oleh Badan Pengawas Korupsi Dunia, Transparency International. Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati urutan ke-114 dengan skor 32/100. Jangan senang dulu, ternyata urutannya terbalik, angka yang paling besar yang menunjukkan tingkat korupsi yang paling tertinggi, bukan dari angka yang paling kecil. Mungkin budaya malu di Negara tercinta kita ini sudah tak berlaku. Ketika banyak penjabat diluar negeri rela mengundurkan diri karena dirinya tersangkut kasus korupsi. Tapi lain di Negara tercinta kita, masih banyak penjabat yang tersandung kasus korupsi masih bebas, masih menjabat, masih bisa mencalonkan diri kembali.
Sekali lagi semangat kebangsaan yang bagaimana yang harus dilakukan oleh rakyat jika melihat berbagai kenyataan ini?
Semangat kebangsaan seharusnya ada disetiap jiwa rakyat Indonesia. Tapi untuk menciptakan semangat kebangsaan sudah seharusnya para wakil rakyat sadar akan tugas mereka. Dan para pemimpin yang bisa dijadikan tauladan dan bisa dibanggakan.
Masih banyak masalah lainnnya yang harus segera dibenahi. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi atau digambarkan dengan karikatur, rakyat hanya menginginkan pemimpin yang tegas, tegas menolak tindakan korupsi, jujur dan amanah mengutamakan kepentingan rakyat, memberikan rasa aman kepada rakyat.
Jika semua hal itu terwujud secara otomatis rakyat akan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi untuk Negaranya. Dan antara pemerintah, para wakil rakyat, dan rakyat indonesia bisa bersama sama mewujudkan Indonesia yang bersih dari korusi, aman, dan damai.

DAFTAR PUSTAKA

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN OBAT GENERIK DENGAN OBAT PATEN

Minggu, 02 Februari 2014

Apa PERBEDAAN DAN PERSAMAAN OBAT GENERIK DENGAN OBAT PATEN? 

 
Kebetulan saya kerja di sebuah Apotek didaerah jogja, dan saya menjadi salah satu asisten apoteker diapotek tersebut. Tadi ada seorang pasien berkunjung, ia mencari obat paten yang ternyata diapotek kami obatnya belum datang dari PBF, untuk menunggu obat datang pasien tidak mau. Akhirnya saya memberikan obat generik dari obat tersebut.

Lalu pasien bertanya apa perbedaan dan persamaan obat gerik dan paten mba (?)
berikut penjelasannya :


Pada dasarnya obat generik dan obat paten memiliki zat aktif yang sama, misal antara Parasetamol dan Sanmol (maff sebut merk, hehe) sama-sama berisi parasetamol atau para-amino-fenol yaitu obat yang digunakan untuk antipiretik (penurun panas). (Jadi obat ngenerik dengan obat paten itu "sama" sama khasiatnya sama kegunaannya)

Perlu diketahui bahwa, sebelum obat dipasarkan (baik obat generik maupun paten) terlebih dahulu harus dilakukan uji pra klinis (uji pada hewan) dan uji klinis (uji pada manusia) terkait khasiat dan toksisitas obat. Apabila ada obat baru yang akan dipasarkan, selain dilakukan uji pra klinis dan kilinis, juga dilakukan uji Bioavailabilitas dan Bioekivalensi (uji BA/BE) terhadap obat yang sama yang telah lebih dulu beredar. Sebagai contoh (sebut merk lagi ini, hehe), sebelum Amoxsan (produksi PT. Sanbe Farma) diluncurkan, terlebih dulu diuji tingkat bioavailabilitas (efek ketersediaan hayati dalam tubuh) dan tingkat bioekivalensi (memiliki persamaan/ekivalensi dari segi kimia obat, misal tingkat difusi, dll) dengan parasetamol yang lebih dulu beredar.

Maka, jika obat telah resmi beredar, khasiat dan keamanannya telah teruji, termasuk antara obat generik dan obat paten, supaya dikatakan bahwa keduanya memilki khasiat yang sama.

Perbedaan antara obat generik dan obat paten adalah dari segi biaya produksi serta promosi obat.
Obat generik merupakan program pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap obat, maka pemerintah menunjuk beberapa pabrik untuk memproduksi obat generik dengan memberikan subsidi biaya produksi sehingga harganya lebih murah dibanding obat paten (harga mencapai 1/10 nya). 


Sedangkan produksi obat paten memerlukan biaya yang lebih banyak dan sebagian besar untuk keperluan non-produksi, misal mengurus hak paten, promosi melalui iklan besar-besaran dengan ikon artis ibukota yang menghabiskan dana milyaran dan promosi melalui seminar atau pelatihan para tenaga kesehatan.

Berbeda dengan obat generik yang promosinya tidak begitu gencar, kalaupun promosi melalui iklan, hanya berupa iklan layanan masyarakat. Perbedaan yang lain ada pada bentuk kemasan, obat generic dibungkus dengan kemasan yang lebih sederhana, tidak seperti obat paten yang terkesan mewah. Maka tidak heran ketika harga obat generik dan paten sangat berbeda jauh.

Jadi pada intinya obat generik dan paten itu mempunyai khasiat yang sama, tinggal sugesti para pasien sembuh dengan obat yang mana?

Terimakasih. Semoga bermanfaat :)


Belajar Memotivasi diri dalam Kebutuhan Berprestasi

Kamis, 09 Januari 2014


Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki banyak kebutuhan. Kebutuhan individu yang masih menempuh pendidikan atau seorang pelajar diantaranya adalah kebutuhan untuk berprestasi.
Dalam teori kebutuhan menurut MC Clelland kebutuhan berprestasi adalah suatu daya dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien dari pada kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya (Sobur,2003). 

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat diperoleh melalui suatu proses belajar. Belajar secara sederhana dikatakan sebagai proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu, dan kemampuan ini terjadi dalam jangka waktu tertentu (Irwanto,2002). Proses belajar itu sendiri terjadi karena pelatihan atau pengalaman dan semua itu terdapat dalam diri individu yang belajar kemudian menghasilkan perubahan dalam perilakunya (Walgito,2005)
 
Selanjutnya dalam proses belajar seorang pelajar memiliki motif dan motivasi untuk belajar. Giddens (1991:64) mengartikan motif sebagai dorongan yang memberi energi pada tindakan manusia ke arah pemuasan kebutuhan. Contoh seorang mahasiswa yang begitu tekun belajar hingga larut malam tanpa menghiraukan rasa lelah yang ditimbulkan, itu disebabkan karena adanya motif yang timbul pada individu tersebut (Sobur,2002). Motifasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Motivasi selalu berkaitan dengan soal kebutuhan, salah satunya kebutuhan untuk mencapai hasil (Sardiman,1986)

Menurut penulis bahwa dalam hal ini kebutuhan mencapai hasil dalam pelajar yakni mencapai kebutuhan berprestasi yang baik. Dalam masalah belajar pada umumnya yang menjadi persoalan adalah bagaimana hasil belajar. Jika hasilnya memuaskan maka pada umumnya tidak akan menimbulkan masalah. Tapi sebaliknya jika hasil belajar kurang memuaskan maka timbulah suatu masalah. Masalah itu merupakan salah satu proses belajar, seperti yang diungkapkan dalam Teori Medan (Field Theory) Lewin mengemukakan bahwa individu yang dalam situasi belajar berada dalam satu medan atau lapangan psikologis. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat masalah atau hambatan yaitu dalam mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi masalah atau hambatan itu yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut. Apabila hambatan itu telah diatasi, artinya tujuan belajar telah tercapai, maka ia akan masuk ke dalam medan baru dan tujuan baru, demikian seterusnya (Hendrawati,2012).

Menurut penulis dalam teori Medan, belajar adalah berusaha mengatasi masalah atau hambatan untuk mendapatkan pengalaman sebagai salah satu proses belajar. Kegiatan proses belajar sebagai contoh adalah penyelesaian tugas-tugas dari guru atau dosen, ujian semester, mencapai target nilai yang diinginkan dan lain-lain, pada dasarnya merupakan masalah atau hambatan yang harus diatasi. Untuk mengatasi masalah dalam proses belajar yang ditimbulkan sekaligus untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan diperlukan adanya motivasi dan kegiatan belajar yang cocok untuk seorang pelajar. Kegiatan belajar yang cocok untuk seorang pelajar adalah kegiatan belajar yang berkaitan dengan teori belajar. Teori belajar dalam hal ini menuju kepada Pavlov yang menyimpulkan bahwa perilaku itu dapat dibentuk melalui kebiasaan (Walgito, 2005). Kemudian ciri motivasi belajar yang perlu diperhatikan adalah ; tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, lebih senang bekerja mandiri, menunjukan minat terhadap masalah (Sadirman,1986).

Penulis ingin menambahkan ilustrasi lainnya sebagai berikut, seorang pelajar yangsetelah usai sekolah ia akan langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, tanpa menunda sampai besok, mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya, meluangkan waktu untuk membaca buku dan berusaha memecahkan hal-hal sulit yang ada dibuku tersebut sediri atau mengulang lagi setiap matapelajaran dengan ulet yang diberikan oleh guru dirumah. Maka dari kebiasaan baik yang dilakukan oleh pelajar itulah akan menghasilkan belajar yang baik. Dalam hubungan motivasi belajar dengan kegiatan belajar yang benar sangatlah berhubungan untuk menciptakan hasil belajar atau target kebutuhan yang memuaskan. Dalam hal ini belajar untuk memotivasi diri sendiri adalah suatu dorongan penggerak yang ada didalam diri dan direalisasikan dengan kegiatan belajar yang baik agar tercipatanya prestasi yang baik.



·         DAFTAR PUSTAKA
Ø  Sobur,A. (2003). Psikologi Umum dalamLintas Sejarah. Bandung: CV.Pustaka Setia.
Ø  Irwanto. (2002). Psikologi Umum. Jakarta:PT.Prenhallindo.
Ø  Walgito.B. (2005). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta:ANDI.
Ø  Sardiman. (1986). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada.
Ø  Hendrawati. (2012). Teori Medan. Retrieved on December 28, 2013 from:http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/05/teoribelajarkurtlewin.html

KAMI itu “GEDANG DEMPET”

Kamis, 02 Januari 2014

Kalau orang romawi punya cerita cinta romeo and juliet antara dua insan yang saling mencintai, dan dijaman masehi kesetiaan cinta khadijah kepada Nabi Muhammad SAW, aku punya cerita tentang persahabatan ku dengan nya. Namanya Ana.

Dia sahabat ku yang slalu menyejukan hatiku. Aneka warna hiasi alur cerita persahabatan ku dengannya.Gedang Dempet itulah julukan kami berdua, dalam bahasa indonesia yang berarti Pisang Dempet. Kedengarannya lucu, banyak orang bertanya kenapa dijuluki demikian? Karena dulu kita sama sama menyukai pisang jadilah gedang dan kata dempet sebenarnya karena kita yang selalu bersama dimana ada aku ada dia begitu sebaliknya. Persahabtan kita sangat menyenangkan, suka duka kita bersama. 5 tahun kita selalu bersama dari mulai bangku SMK, alhamdulillah Allah mentakdirkan aku untuk slalu bersamanya. Sekolah ditempat yang sama, 1 kelas hingga sekarang dibangku kuliah. Meskipun kita selalu bersama bukan berarti tak ada konflik diantara kita. Banyak sekali perbedaan diantara kita. Bahkan kompeks sekali, dari mulai pemikiran, kesukaan, hobi dll. Tapi dari sinilah persahabatan kami diuji dan menjadi lebih berwarna, banyak timbul masalah karena perbedaan pemikiran.

Diantara kami berdua akulah yang berperan sebagai bawang merah dan ana sebagai bawang putih. Aku selalu menjahilinya. Bahkan diantara kami aku yang bandel dan aku yang paling nakal sedang ana sangat pendiam, sabar dengan sifatku yang tak pernah mau diam. Seorang teman sambil tertawa sampai mengatakan “Na, aku ingin sekali lihat kamu membalas kejahilan si normi, hahaha. Aku dan ana hanya tertawa. Tapi senakalnya aku, tak pernah aku mengajaknya untuk nakal seperti apa yang aku lakukan. Dulu pernah membolos, tidak mengerjakan PR, makan dikantin, pacaran tapi tak pernah aku mengajaknya. Karena akupun tak ingin ia sepertiku. Kami terus bercanda, tertawa, melakukan hal baru bersama, berjuang bersama hingga sekarang kami kuliah di universitas dan dijurusan yang sama.

Setiap hari kita bersama, tapi tak pernah ada kata bosan. Setiap hari ada saja hal yang dapat membuat kita tertawa terbahak bahak, tertawa sampai terpingkal pingkal, dan ada saja hal yang bisa membuat kita bertengkar bahkan bermusuhan.

Ada suatu kejadian yang membuatku tersadar akan pentingnya suatu persahabatan. Kata kata bijak menjelaskan “ sahabat sejati itu bukan yang datang dikala kamu senang, sahabat itu bukan yang datang disaat kamu benar, tapi seorang sahabat yang sejati itu yang datang disaat kamu sedih, sendiri, ia datang dengan membawa sejuta kedamaian. Memberikan ketenangan memberikan kehangatan. Ia yang akan datang disaat kamu salah, ia akan datang menjadi motivatormu, penyemangatmu supaya kamu bangkit meskipun sesulit apapun kondisi mu.
Dan semua itu sudah aku dapatkan dari nya.

Suatu ketika, pada waktu itu pada saat aku ospek. Timbul suatu masalah yang membuat kami benar-benar menjauh, bahkan bisa dikatakan kami bermusuhan. Karena banyak teman baru, aku hampir lupa kalau aku punya sahabat. Aku terlalu sibuk dengan duniaku yang baru, bahkan kami yang satu kelaspun tak pernah bertegur sapa. Hanya pada suatu waktu akhirnya aku coba untuk berterus terang kepadanya. Kamu kenapa? Kenapa menjauhi aku? Ada yang salah? Kamu ini sensitif sekali gampang marah! dia hanya menjawab “kamu ini sudah berubah”
Berubaha bagaimana ? apa nya yang berubah, kamu saja yang tak mau menegurku tak mau sms kalau tidak disms. Apa itu , siapa sekarang yang berubah?

Setiap hari aku bermain dengan teman-teman baruku. Aku hampir melupakan bahwa aku punya sabahat. Akhirnya suatu hari aku melakukan kesalahan dan teman baruku juga menjauhi aku, mereka juga mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Aku mulai terpuruk dengan keadaan itu, aku pikir aku punya sahabat baru yang menyayangi ku. Tapi aku salah, ia yang aku lupakan datang menantingku bangkit dari masalah ia memelukku menghapus air mata ku. Aku katakan “aku hampir saja kehilangan kamu”, kamu tak akan pernah kehilangan aku, aku sangat menyayangi kamu, kamu itu segalanya. Sahabat itu tak akan pernah berpisah bagaimanapun keadaannya “jawab ana dengan halus. Lalu aku memeluknya, betapa indahnya persabatanku.

Bagai cerita tentang rasa syurga ...
Kita bersama hingga saat ini. Aneka warna hiasi alur cerita persahabatan kita. Kau lah sahabat yang slalu menyejukan hatiku. Senantiasa membelai saat ku kecewa, padahal kaupun tengah dalam gelisah, senantiasa mendengarkan semua keluahanku, meski kaupun tengah dalam peluh.
Kau penuntun disaat ku terbuta, penerang saat aku berjalan dalam lorong gelap.. pendengar setia, motivator saat ku terpuruk. Ku ingin hanya ada canda tawa diantara kita,
Meski ku banyak kekurangan tak berniat kau jauhi ku, kekurang dewasaanku dan dengan segala keterbatasanku. Kebodohan dan amarahku seringkali membuatku takut kehilangan mu. Tapi kau tetap ulurkan tangan mu tak sedikitpun kau berniat tuk tinggalkan ku, dengan halang rintang dengan satu titik terang yaitu “PERSAHABATAN”
Yang entah bagaimana aku harus berucap terimakasih, tapi dalam setiap doaku selalu ada namamu yang aku pinta agar kau mendapatkan balasan dari semua ini..

Terimakasih Gedang Dempet ku ^_^ Sudahkah anda memiliki seorang ...“ SAHABAT “ ???