MAKALAH EVOLUSI

Kamis, 02 Januari 2014





EVOLUSI

  • EVOLUSI adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks atau rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik. (wikipedia.org). Di dunia ini banyak sekali ragam hewan dan tumbuh tumbuhan yang diperkirakanada dua juta spesies. Keadaan tersebut mendorong para ahli untuk  berusaha mengetahui penyebab terjadinya keanekaragaman spesies tersebut. Sejak abad ke enam sebelum masehi, para ahli sudah mencoba mengemukakan pendapatnya tentang alam. 
  • Evolusi biologi mencakup dua peristiwa, yaitu: 
  1. Evolusi anorganik merupakan evolusi mengenai asal-usulmakhluk hidup yang ada di muka bumi, berdasarkan fakta dan penalaran teoritis. 
  2. Evolusi organik (evolusi biologis) merupakan evolusi filogenetis, yaitu mengenai asal-usul spesies dan hubungan kekerabatannya.
    Para ahli ini menyatakan bahwa makhluk hidup senantiasa mengalami perubahan secara berangsur angsur dalam waktu yang sangat lama.
    A. Teori adaptasi oleh Jean Baptiste Lamarck 
    Lamarck berpendapat bahwa perubahan yang terjadi pada organ hewan disebabkan karena beradaptasi dengan perubahan dia alam sekitarnya.(Hartosujono,77). Idenya mengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul "Philosophic zoologique". Dalam buku tersebut, Lamarck mengungkapkan :
    •  Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan : 
    1. Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunannya.
    2. Organ yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan mengalami kemunduran bahkan hilang. 
    Contoh : Lamacrk berpendapat bahwa dahulu, jerapah memiliki leher yang pendek. Bagi keturunan jerapah yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungan (dapat mengambil makanan di pohon yang tinggi),  leher jerapah akan berkembang menjadi lebih panjang. Jerapah yang telah beradaptasi menjadi leher panjang tersebut, akan mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya. Namun sebaliknya, bagi keturunan jerapah yang tidak dapatberadaptasi baik dengan lingkungan, maka ia akan mengalami kemunduran.


    B. Teori adaptasi oleh DARWIN
    Tokoh evolusi yang pertama yang pendapatnya tentang evolusi diterima oleh dunia ilmu pengetahuan adalah charles robert Darwin.(hartosujono,77). Charles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, judul "on the ofiginof species by means of natural selection" atau "the preservation of favored races in the struggle for life". Mengenai Evolusi, Darwin berpendapat:
    1. Yang menjadi dasar evolusi organik bukan dari adaptasi lingkungan, melainkan karena seleksi alam dan seksual.
    2. Seleksi alam berupa "pertarungan" dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidup.
    3. Setiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh banyak karena proses bereproduksi. 
    4. Untuk berkembang biak, diperlukan adanya makanan dan ruang yang cukup. 
    5. Bertambahnya suatu populasi tidak berjalan terus-menerus. ]
     
    •  Lamack vs Darwin
    Mereka berpendapat mengenai jerapah berleher panjang
    Lamarck : Semula, jerapah berleher pendek, namun karena beradaptasi dengan lingkungan (selalu memakan dedaunan di pohon yang tinggi), maka lehernyapun menjadipanjang.
    Darwin : Dalam populasi, ada jerapah berleher pendek, dan ada yang berleher panjang. Dalam kompetisi untuk mendapatkan makanan, jerapah berleher panjang lebih unggul daripada jerapah berleher pendek, sehingga populasi yang sampai sekarang masih dapat kita lihat adalah jerapah berleher panjang.

    C.    Bukti-Bukti Adanya Evolusi

    1. Bukti Fosil Jasad hewan atau tumbuhan purba yang terkubur di bawah tanah. Lapisan tanah dan batuan menutupinya sehingga tekanan meningkat. Lapisan paling bawah didorong ke dalam batuan yang secara sempurna mengawetkan menjadi fosil. Dari umur batuan, dapat diperkirakan waktu hidup mereka. Tulang dinosaurus, jejak kaki, bahkan embrio ichtyosaurus dalam perut induknya, berhasil ditemukan. 
    2. Bukti Molekuler Hampir semua organisme yang ada di bumi ini memiliki DNA. DNA bukan hanya pembawa kode genetik bagi organisme, tetapi juga merekam sejarah evolusi didalamnya. Dengan mempelajari molekul DNA ilmuwan dapat memperkirakan seberapa dekat hubungan kedua organisme tersebut. Banyak perbedaan DNA diantara dua spesies menunjukan lamanya waktu masing-masing spesies berevolusi dari bentuk asalnya. 
    3. Homologi Dua organ tubuh dikatakan homolog, apabila mempunyai asal sama (secara embrilogik), tetapi fungsi dan bentuknya berbeda. Contoh : alat gerak manusia dan sirip ikan. (memiliki bentuk rangka yang sama, namun berbeda fungsinya). 
    4. Analogi Merupakan kebalikan dari homologi, yaitu mempunyai asal yang berbeda, namun memiliki fungsi yang sama. Contoh : sayap kupu-kupu dengan sayap kelelawar (memiliki bentuk rangka yang berbeda, namun memiliki satu fungsi yang sama, yaitu untuk terbang)
    5. Embriologi Perbandingan Merupakan hewan-hewan kelas vertebrata, seperti ikan, reptil, aves dan mamalia, meskipun tubuh individu dewasanya berbeda, namun fase perkembangan embrionya sangat mirip (lihat pada gambar, urutan paling atas horizontal, embrio dari manusia, hewan memiliki kemiripan).
    6. Bukti Geografis Darwin pernah mendatangi pulau yang berada di Afrika dan Amerika selatan. Darwin menyimpulkan bahwa tanaman yang tumbuh dipulau ini berasal dari biji tanaman yang serupa terbawa oleh air atau angin dari pulau utama ke pulau lainnya. Setelah itu tanaman itu akan berevolusi melalui seleksi alam dan membentuk habitat dipulau tersebut.Ontogeni : perkembangan individu mulai dari sel telur hingga individu tersebut mati.
    7.  Konvergensi, divergensi, dan paralelisme Sejumlah kecenderungan dari suatu organisme berkembang biak dari bentuk asli menuju bentuk lain. Arti konvergensi adalah dua jenis spesies yang tidak berhubungan, namun cenderung memiliki bentuk yang sama. Contoh makhluk kelelawar dan burung keduanya dari spesies yang tidak berhubungan, namum memiliki bentuk dan kemampuan yang sama/sejenis. Divergensi adalah fator utama yang terjadi makhluk hidup dituntut beradaptasi oleh lingkunga, sehingga mengalami evolusi.Paralelisme adanya kecenderungan sejumlah binatang yang terpisah, memiliki asal usul atau nenek moyang yang sama. Dengan kondisi lingkungan atau alam yang sama hanya saja tempat beradaptasinya yang berbeda. Contohnya sejumlah gorila yang terpisah, pada daerah diwawasan ethiopia dan wawasan oriental.(hartosujono,)

    D.    Mekanisme Evolusi
    Evolusi dapat berlangsung karena :
    1.      Mutasi
    Mutasi adalah perubahan materi genetik (gen/kromosom) yang dapat diwariskan secara genetik pada keturunannya. Mutasi ini akan menghasilkan alel baru, kemudian melalui proses perkawinan (kombinasi) akan menghasilkan variasi baru.
    2.      Seleksi Alam
    Seleksi terhadap anggota populasi sehingga anggota yang kuat dan sehat yang dapat bertahan hidup. (teori Darwin : "survival of the fittest"). Dialam ini menurut darwin terjadi beberapa macam, yaitu
    1)      Ketergantungan organisme pada organisme lain.
    2)      Banyak organisme menguasai lingkungannya.
    3)      Alam tidak mendukung keberadaan organisme tersebut.

TEORI MEDAN ALA KURT LEWIN



Teori medan muncul sebagai teori dalam psikologi sosial karena dipengaruhi oleh perkembangan ilmu alam dan ilmu kimia. Psikologi itu sendiri hadir untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan karena psikologi merupakan sebuah paradigma baru dalam ilmu pengetahuan yang  memberikan cara pandang serta upaya dalam memahami gejala-gejala ilmiah. (Calvin& Gardner,1993:275)
Pengaruh teori medan dari ilmu alam dimanifestasikan dalam psikologi sejalan dengan pengaruh yang diberikan oleh gerakan Gestalt yang dipelopori oleh psikolog Jerman. Pokok fikiran psikologi Gestalt sendiri berasumsi bahwa tingkah laku ditentukan oleh medan psikofisis yang terdiri dari suatu system tekanan-tekanan atau kekuatan-kekuatan yang terorganisir 
Selanjutnya Lewin menggambarkan manusia sebagai pribadi berada dalam lingkungan psikolgis dengan pola hubungan dasar tertentu. Pendekatan matematis yang dipakai Lewin untuk menggambarkan ruang hidup disebut topologi. Fokusnya adalah saling hubungan antara segala sesuatu didalam jiwa manusia, hubungan antara bagian dengan bagian dan antara bagian dengan kesluruhan, lebih dari sekedar ukuran dan bentuk. Jadi dalam mempelajari diagram-diagram Lewin harus diperhatikan saling hubungan dean komuniukasi antara daerah alih-laih bentuk dan ukuran yang dipakai untuk menggambarkan daerah-daerah itu.
Lewin biasanya menggambarkan daerah pribadi dengan lingkaran tertutup, menunjukan bahwa pribadi adalah kesatuan yang terpisah dari hal lain di dunia, tetapi tetap menjadi bagian dari dunia. Lingkaran itu berada di dalam elips yang menggambarkan bahwa pribadi adalah bagian terpisah tetapi berada dalam ruang hidup, menjadi bagian dari semua yang ada di dalam ruang hidup.Teori inilah yang banyak dikenal dengan “teori medan” nya Lewin.
Bagi Lewin, teori medan bukan suatu sistem psikologi baru yang terbatas pada suatu isi yang khas ; teori medan merupakan sekumpulan konsep dengan dimana seseorang dapat menggambarkan kenyataan psikologisnya. Konsep-konsep ini cukup luas untuk dapat diterapkan dalam semua bentuk tingkah laku dan juga cukup spesifik untuk menggambarkan orang tertentu dalam suatu situasi konkrit. Lewin juga menggolongkan teori medan sebagai “suatu metode untuk menganalisis hubungan-hubungan kausal dan untuk membangun konstruk-konstruk ilmiah”.( http://cacariosan.multiply.com/journal/item/4,)
Dalam sumber yang sama (http://cacariosan.multiply.com/journal/item/4), diidentifikasi. Ciri-ciri dari teori Lewin, adalah sebagai berikut :
1.      Tingkah Laku adalah suatu fungsi dari medan yang ada pada waktu tingkah laku itu terjadi,
2.      Analisis mulai dengan situasi sebagai keseluruhan dari mana bagian-bagian komponennya dipisahkan,
3.      Orang yang kongkrit dalam situasi yang kongkrit dapat digambarkan secara matematis.
Ø  Rumus : LP = RH (Lingkungan Psikologis = Ruang Hidup/Medan)
Konsep teori medan telah diterapkan Lewin dalam berbagai gejala psikologis dan sosiologis, termasuk tingkah laku bayi dan anak-anak, masa adolesen, keterbelakangan mental, masalah-masalah kelompok minoritas, perbedaan-perbedaan karakter nasional dan dinamika kelompok.
A.     Struktur Kepribadian
Menurut Lewin sebaiknya menggambarkan kepribadian itu dengan menggunakan        definisi konsep-konsep struktur secara spasial. Dengan cara ini, Lewin berusaha mematematisasikan konsepnya sejak dari permulaan. Matematika Lewin bersifat non-motris dan menggambarkan hubungan-hubungan spasial dengan istilah-istilah yang berbeda. Pada dasarnya matematika Lewin merupakan jenis matematika untuk menggambarkan inte4rkoneksi dan interkomunikasi antara bidang-bidang spasial dengan tidak memperhatikan ukuran dan bentuknya.
Pemisahan pribadi dari yang lain-lainnya di dunia dilakukan dengan menggambarkan usatu figur yang tertutup. Batas dari figur menggambarkan batas-batas dari entitas yang dikenal sebagai pribadi. Segala sesuatu yang terdapat dalam batas itu adalah P (Pribadi), sedangkan segala sesuatu yang terdapat di luar batas itu adalan non-P.
            Selanjutnya untuk melukiskan kenyataan psikologis ialah menggambar suatu figur tertutup lain yang lebih besar dari pribadi yang melingkupinya. Bentuk dan ukuran figur yang melingkupi ini tidak penting asalkan ia memenuhi dua syarat yakni lebih besar dari pribadi dan melingkupinya. Figur yang baru ini tidak boleh memotong bagian dari batas lingkaran yang menggambarkan pribadi.
            Lingkaran dalam elips ini bukan sekedar ilustrasi atau alat peraga, melainkan sungguh-sungguh merupakan suatu penggambaran yang tepat tentang konsep-konsep struktural yang paling umum dalam teori Lewin, yakni ruang hidup/medan, lingkungan psikologis dan pribadi.
  
1.      Ruang Hidup/Medan
Ruang hidup (medan) mengandung semua kemungkinan fakta yang dapat menentukan tingkah laku individu. Ruang hidup meliputi segala sesuatu yang harus diketahui untuk memahami tingkah laku kongkrit manusia individual dalam suatu lingkungan psikologis tertentu pada saat tertentu. Tingkah laku adalah fungsi dan ruang hidup.
Ø  Secara matematis : TL = f (RH)
Fakta-fakta non-psikologis dapat dan sungguh-sungguh mengubah fakta-fakta psikologis. Fakta-fakta dalam lingkungan psikologis dapat juga menghasilkan perubahan-perubahan dalam  dunia fisik. Ada komunikasi dua arah antara ruang hidup dan dunia luar bersifat dapat ditembus (permeability), tetapi dunia fisik (luar) tidak dapat berhubungan langsung  dengan pribadi karena suatu fakta harus ada dalam lingkungan psikologis sebelum mempengaruhi/dipengaruhi oleh pribadi.

2.      Lingkungan Psikologis
Meskipun pribadi dikelilingi oleh lingkungan psikologisnya, namun ia bukanlah bagian atau termasuk dalam lingkungan tersebut. Lingkungan psikologis berhenti pada batas pinggir elips, tetapi batas antarea pribadi dan lingkungan juga bersifat dapat ditembus. Hal ini berarti fakta-fakta ligngkungan dapat mempengaruhi pribadi. Secara matematis : P = f (LP). Dan fakta-fakta pribadi dapat mempengaruni lingkungan.
Ø  Secara matematis : LP = f (LP)

3.      Pribadi
Menurut Lewin, pribadi adalah heterogen, terbagi menjadi bagian-bagian yang terpisah meskipun saling berhubungan dan saling bergantung. Daerah dalam personal dibagi menjadi sel-sel. Sel-sel yang berdekatan dengan daerah konseptual motor disebut sel-sel periferal; p, sel-sel dalam pusat lingkaran disebut sel-sel sentral; s. Sistem motor bertindak sebagai suatu kesatuan karena biasanya lahannya dapat nelakukan sesuatu tindakan pada suatu saat. Begitu pula dengan sistem perseptual artinya orang hanya dapat memperhatikan dan mempersepsikan satu hal pada suatu saat. Bagian-bagian tersebut mengadakan komunikasi dan interdependen, tidak bisa berdiri sendiri.
B.     Dinamika Kepribadian
Konsep-konsep dinamika dari Lewin, yakni kebutuhan energi psikis, tegangan, kekuatan atau vektor dan valensi. . Konstruk-konstruk dinamika ini menentukan lokomosi khusus dari individu dan cara ini mengatur struktur lingkungannya, Lokomosi dan perubahan-perubahan dan struktur berfungsi mereduksi tegangan dengan cara memuaskan kebutuhan.
Suatu tegangan dapat direduksikan dan keseimbangan dipulihkan oleh suatu lokomosi substitusi. Proses ini menuntut bahwa dua kebutuhan erat saling ketergantungan satu sama lain sehingga pemisahan salah satu  kebutuhan adalah melepaskan tegangan dari sitem kebutuhan lainnya. Akhirnya tegangan dapat direduksikan dengan lokomosi-lokomosi murni khayalan. Seseorang yang berkhayal bahwa ia telah melakukan perbuatan yang sulit atau menempati suatu jabatan yang tinggi mendapat semacam kepuasan semi dari sekedar berkhayal tentang keberhasilan.

C.    Perkembangan Kepribadian
Menurut Lewin hakekat Perkembangan Kepribadian itu terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut :
1.      Diferensiasi
Yaitu semakin bertambah usia, maka region-region dalam pribadi seseorang dalam Lingkungan  Psikologis-nya akan semakin bertambah. Begitu pula dengan kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilannya. Contohnya : orang dewasa lebih pandai menyembunyikan isi hatinya dari –pada anak-anak (region anak lebih mudah ditembus)
2.      Perubahan dalam variasi tingkah lakunya.
  1. Perubahan dalam organisasi dan struktur tingkah lakunya lebih kompleks.
  2. Bertambah luasnya arena aktivitas. Contohnya : Anak kecil terikat oleh masa kini, sedangkan orang dewasa terikat oleh masa kini, masa lampau dam masa depan.
  3. Perubahan dalam realitas. Dapat membedakan mana yang khayalan dan yang nyata, pola berfikir meningkat. Contohnya : Dari pola berfikir assosiasi menjadi pola berfikir abstrak.
DAFTAR PUSTAKA
·         Hendrawati,Sri.(2012).Teori Medan Ala Kurt Lewin. Retrieved December 17, 2013 from : http://srihendrawati.blogspot.com/2012/04/teori-medan-ala-kurt-lewin.html